Akhirnya Pertama Nyabut di Awal Tahun

Akhirnya bro setelah hampir sebulan pasien cancel terus, temenku, Yoga ngasi aku pasien cabut gigi posterior kiri bawah.



"Bro, ke (kamu) mau ngga pasien cabut belakang? aku udah penuh ni" tanya dia. Ngga pake pikir panjang, aku yang lagi gabut waktu itu langsung mengiyakan. Tapi baru aku sadar, aku lagi ngga ada unit dan ngga ada asisten. Menit itu juga, aku langsung geriliya nyari unit kosong, dan dapetnya cuma unit dengan keadaan kompresor rusak, dengan artian unit yang bakal aku pake ngga bisa dipake suction, ngga bisa dipake ngebur karena ngga ada anginnya, ini artinya, kalau berdarah, darah yang keluar ngga bisa aku sedot dengan sedotan yang biasa, tapi harus aku tampol pake kasa steril wkwkwkwk. Setelah dapet unit, aku cari temen yang bisa bantu asis, kebetulan waktu itu, Danan, pasiennya belum dateng, jadi aku minta tolong dia untuk jadi asistenku.

Okee, kasus dimulai ya, pasien datang dengan keluhan gigi molar kiri bawah sisa akar, gigi juga sudah pernah sakit beberapa tahun yang lalu, namun dibiarkan dan hanya diberikan obat penahan sakit. Dilanjutkan dengan tes perkusi hasilnya negatif, tes vitalitas negatif, tekanan darah 130/80mmhg, nadi 64x/menit, yap pasien siap dicabut.

Its not a big teeth, mengingat ini sisa akar dan sudah sakit beberapa tahun yang lalu, dari penampakan klinis ya seperti foto dibawah ini.


Aku ini orangnya memiliki tingkat percaya diri yang sangat rendah wkwkwkwk, aku perlu orang untuk meyakinkan aku bahwa apa yang sudah aku lakukan itu benar padahal aku sudah tau sebenernya aku benar, untung ada danan wkwkwk. Anastesi (bius), aku lakukan, semua berjalan lancar, kecuali pada nervus lingualis, aku memasukan jarum kurang dalam, jadi sarafnya tidak teranastesi, untung  ada danan yang ngasi tau "infiltrasi aja ntar bro, sisain dikit, bisa kok". Setelah semua prosedur anastesi selesai, aku tanya pasienku "bagaimana pak rasanya? apa sudah terasa tebal?", dia mengangguk mengiyakan. Prosedur pencabutan aku mulai, aku mulai melepaskan jaringan untuk melepaskan gusinya menggunakan excavator. Giginya sendiri juga sebenarnya sudah goyang, aku melakukan teknik ini (melepaskan gusi) untuk mempermudah langkah selanjutnya, tapi siapa sangka ya kan? saat lagi asik goyang2in,, eh si gigi copot uwuwuwuuwuw. Aku bilang ke danan "nan udah lepas ni wkwkwk", dia bales "ambil bro pake forsep", aku jawab "ah pinset aja, eh forsep aja deh biar kepake wkwkwk". Yep, tanpa effort yang lebih, gigi sudah keluar, aku cek menggunakan excavator juga sudah tidak ada gigi yang tertinggal di dalam socket. Aku kasi lihat ke dokter DPJP (dokter pengawas) dia tanya "kok cuma satu akarnya? gigi Molar kan?", aku jawab "iya dok, saya sudah cek dengan excavator juga sudah tidak ada gigi lagi sudah halus", "oke sebentar saya cek" jawab dokternya. Datanglah beliau ke unitku, dicek dan ternyata memang sudah bersih dan tidak ada gigi lagi.

uwuwuwuwuwu soooo cuuuteee :3
Yaa gitu deh prosedur pencabutanku di awal tahun ini, semoga menjadi bibit untuk selanjutnya aowkokawokokaw


adibro ganteng koas gigi 2014
#UHK #Respect #uhuy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Kecil, Tentang Awal